Herkules: Tidak Ada dari Kami yang Ditahan

Kompas.com - 31/08/2012, 15:35 WIB

Jakarta, KOMPAS.com - Herkules memastikan tidak ada anak buahnya yang ditahan pihak kepolisian, terkait bentrokan perebutan lahan kosong di samping Komplek Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat. Menurutnya, anak buahnya juga tidak ada yang menjadi tersangka.

"Saya tegaskan, yang ditahan itu dari kelompok John Kei, dari pihak kami tidak ada," ujar Herkules di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (31/8/2012).

Herkules juga menegaskan bahwa anak buahnya tidak bersalah dalam bentrokan tersebut. Sebab, kata dia, mereka diserang ketika sedang berjaga-jaga di lahan kosong itu.
 
"Mereka tidak bersalah," tegasnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian memang menetapkan 99 orang tersangka yang berasal dari kelompok John Kei. Sementara delapan orang dari kelompok Herkules diperbolehkan pulang. Tidak ada dari mereka ditetapkan menjadi tersangka.

Pada hari ini, kelompok anti John Kei, termasuk Herkules, mendatangi Pengadilan Negeri Pusat. Tokoh dari Timor itu mengaku menemui Hakim Pengawas Bidang Pidana. Dia meminta pengadilan agar tidak takut terhadap John Kei dan kelompoknya.

Herkules juga menambahkan bahwa dirinya berharap terdakwa dihukum sesuai dengan tuntutan Jaksa, dengan menggunakan barang bukti rekaman CCTV.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau